Seperti halnya salah satu tips pendidikan usia dini yang lebih mengutamakan ajakan daripada larangan, karena kata-kata larangan justru akan tertanam pada alam bawah sadar semisal ketika kita memejamkan mata ada perintah "jangan melihat" maka kebanyakan dari kita malah melihat, maka hampir sama juga dengan psikologis penggunaan kata anti. Misal antikorupsi malah menggoda untuk korupsi, maka alternatifnya adalah pro kejujuran misal, atau pro integritas, dan pro nilai positif lainnya. Jadi harap berhati-hati menggunakan kata anti, karena bisa "mbandil" dalam bahasa jawanya. Cukuplah memihak atau "pro" atas tanpa "anti" paling tidak menguranginya.
Showing posts with label catatan Emha. Show all posts
Showing posts with label catatan Emha. Show all posts
Monday, February 8, 2016
Wednesday, March 26, 2014
Antara Ghibah dan Fitnah
Kalau ada orang memfitnah kita, maka ia berdosa dan tidak bisa menghindar dari neraka. Satu-satunya jalan untuk membebaskan mereka dari neraka adalah mengubah fitnah itu menadi tuduhan yang mengandung kebenaran (tapi ini juga ghibah, red). Kalau para caleg itu tetap bertahan membagi-bagikan uang harta tanpa pamrih, maka posisi masyarakat adalah pemfitnah. Maka supaya masyarakat berubah dari status pemfitnah menjadi pengungkap kebenaran, para caleg itu terpaksa berpamrih, demi keselamatan masyarakat yang semula memfitnahnya.
Kutipan tersebut salahsatu isi dari bukunya Emha berjudul Demokrasi La Roiba Fih, bacaan yang kompeten untuk saat ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)