cookieOptions = {link}; Hafid Junaidi | Relatif - Nisbi - Fana

Tuesday, May 21, 2019

Mengajar

0 coment

Beberapa waktu yg lalu ketika mengikuti/ mendengarkan/ melihat beberapa ceramah keagamaan ada salah satu poin yang menekankan pentingnya mengajar. Kadang kita ingin dalam hal ini ada getok tular hal yang pernah kita ajarkan, paling gak dengan cara tersebut kita berharap rantai jariah manfaat ajar-mengajar. Namun kadang kita hadapi kenyataan seperti hal-nya sebuah permainan getok tular kadang info/ bahan ajar yang disampaikan tidak sama dengan sumbernya. Layaknya sanad sebuah hadist soheh. Maka dengan begitu mau tidak mau selagi belum terlambat, bolehlah sumber bahan ajar tersebut untuk bersentuhan langsung lagi dengan subyek yang berada di ujung. Harus tetap sabar, semoga dapat menjadi ilmu yg bermanfaat sebagai bekal mati nanti.

Tuesday, April 16, 2019

Bukti dikuncinya IKPA tiap triwulan

0 coment
Akhir bulan Maret kemarin kami cukup tergesa-gesa melakukan revisi halaman III DIPA untuk pernyamaan data rencana dan realisasi penarikan dana dalam pelaksanaan anggaran. hal tersebut dipicu dengan adanya info surat edaran dari KPPN yang melayani kami bahwa tahun ini penilaian IKPA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran) yang salahsatunya penilaian indikator kinerja halaman III DIPA akan "dikunci penilaiannya" tiap tiga bulan, jadi tidak seperti tahun sbeelumnya dimana indikator ini bisa kita akali dengan melakukan perbaikan halaman III di akhir tahun untuk periode Januari - Desember.

Hal itu ternyata terbukti atas pengalaman kami melakukan revisi halaman III pada akhir Maret 2019 lalu, dimana tergambar dari gambar-gambar berikut ini.

Sunday, March 17, 2019

Mempertahankan Integritas

0 coment
Akh, sakit rasanya membaca berita akhir-akhir ini. Tapi bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, atau itu sebenarnya bukan peribahasa yang tepat untuk menggambarkannya, yang jelas sebagai makhluk di dalam sistem, kita hanya bisa meningkatkan atau minimal mempertahankan integritas. Ditengah badai pengaruh yang sangat luar biasa atas kepentingan-kepentingan, siapa lagi yang bisa mempertahakan integritas itu kalau bukan dari diri kita sendiri? Ingat 3 M? mulai dari diri sendiri - mulai dari hal terkecil - dan mulai dari sekarang? atas apa? tentu saja atas 5 budaya kerja yang telah dicanangkan, meskipun nilai kelima sedang carut marut terkoyak, kita yang hanya sebutir pasir dari pantai di tepi lautan ini paling tidak memulai dengan nilai pertama terlebih dahulu, karena tidaklah mungkin kita yang anak kemarin ini menjadi teladan bagi mereka, mari pertahankan integritas. Belum lagi peningkatan profesionalitas (mengingat dapat penugasan yang kurang linier yang menuntut untuk harus belajar lagi), terlebih inovasi (sementara profesional saja masih perlu belajar apalagi inovasi), dan semoga bisa lebih bertanggung jawab lagi. Keteladanan, biar bapak-bapak di atas lah yang memperlihatkan (sementara merem dulu ajah, tetep pake 3M tanpa melihat yg lain dulu). Hiks2.