Tuesday, March 17, 2026
Membiasakan yang Benar ataukah Membenarkan yang Biasa
Monday, January 31, 2022
Sapaan kak
Pernah gak kalian berurusan dengan customer servis suatu korporasi? Apakah kalian merasakan ada suatu kebiasaan yg sepertinya itu secara sengaja atau tidak memiliki kesamaan dalam memberikan sapaan kepada customer. Yup, sapaan kak. Kenapa begitu ya?
Menurut kami pribadi, sapaan kak tersebut merupakan sapaan paling aman dan netral. Bagaimana bisa begitu? Aman karena memposisikan customer setingkat lebih tinggi daripada customer servicenya. Sehingga bisa memberikan rasa lebih dihormati bagi customer ketika melakukan dialog dengan CS yang kadang dialog tersebut bisa jadi kebanyakan berupa komplain layanan misalnya. Maka dengan sapaan kak, maka akan sedikit mengamankan dialog tersebut karena customer sudah sedikit merasa ditinggikan.
Netral mungkin dalam hal gender. Sapaan kak memiliki tujuan yang bisa ke laki-laki maupun perempuan, dimana mungkin bila interaksi misal tidak secara langsung sehingga gender tidak teridentifikasi, maka sapaan kak akan terasa netral dalam interaksi customer servis tersebut.
Nah, apakah menurut kalian juga begitu? Tulis saja komentar di bawah postingan ini ya kak 😊
Tuesday, January 12, 2021
Kejutan luar biasa
Hari ini pelaksana kegiatan baksos dalam rangka peringatan HAB Kementerian Agama di lingkungan Kankemenag Kota Batu ke 75. Sedikit berubah dari perencanaan awal, namun akhirnya bisa selesai sukses dilaksanakan. Namun kejutan bukan atas hal tersebut. Tapi hari ini juga setelah kemarin kami menerima SK mutasi malah ternyata kami juga menerima 2 squad baru di kantor. 2 CPNS ini memang benar2 seperti menjadi sebuah bagian dari kebutuhan kami selama ini. Siapa sangka ternyata kami mendapatkan kualifikasi tersebut, 2 sekaligus, syukur Alhamdulillah pokoknya.
Monday, January 11, 2021
Jadi kenyataan
Meskipun sejak CPNS diberi tugas di bagian keuangan, namun jika ditanya kerjanya dibagian apa, seringnya kami tidak menjawab di bagian keuangan, kayak pamali gitu, jawabnya selalu di bagian umum saja (dibawah subbag TU) karena pernah juga jawab di subbag TU dikira malah menjabat subbag TU, padahal yang lain bisa menjawab misal di seksi haji, atau di seksi pendma. Alhamdulillah setelah 10 tahun di bagian keuangan, hari ini kami terima SK mutasi ke bahagian umum (tetap di bawah subbag TU) paling tidak masih aman atas edaran dari pusat bahwa sebaiknya memang JFT prakom di bawah koordinasi subbag TU jika di Kankemenag Kab/Ko. Meskipun banyak juga teman2 yg lain di bawah seksi maupun bidang bukan Tata Usaha. Syukur Alhamdulillah ikut merasakan mutasi ini.
Wednesday, January 6, 2021
Tahun baru diantara kerjaan lama dan baru
Menjelang tahun baru ini tentu ada beberapa hal yg mungkin baru dibanding tahun 2020 kemarin, namun ada juga (dan masih banyak) hal-hal rutinitas lama seperti yang lalu. Diantara beberapa hal baru berkaitan dengan tugas fungsional pranata komputer, dimana meskipun seharusnya sejak Juni 2020 kemarin, namun lebih efektif dilaksanakan mulai Januari 2021 ini, untuk penyusunan SKP yang sesuai dengan Tusi keprakoman yang baru meskipun sampe saat ini blm banyak mendapat penjelasan dari instansi pembina (BPS) hanya ada dokumen perrmenpannya saja.
Bersamaan dengan itu, meskipun terlihat sudah kelar kerjaan tahun kemarin, bahkan terlihat sibuk dalam rangka kegiatan HAB, namun rutinitas lama di bidang pengelolaan keuangan tidak bisa berhenti begitu saja, seperti pendapat kami sebelumnya bahwa bidang ini merupakan jantung organisasi, maka meskipun disisi otak tidak memberikan sinyal perintah bekerja, selama organisasi hidup, jantung harus selalu berdetak, meskipun bahkan otak sedang tidak bekerja, jantung selalu bekerja agar organisasi hidup. Nah kalau hal ini tetap hal lama yang basuh muter2 begitu saja namun untungnya selalu ada sedikit hal baru yang bisa menghindarkan pada kebosanan atas pelaksanaannya.
Saturday, January 2, 2021
Udah nasib
Mungkin sudah menjadi takdir ketika mendapat posisi JFT prakom dengan PAK awal yg sebenarnya merugi, mungkin juga sudah menjadi takdir ketika ingin mengajukan dupak tahunan nyatanya penilaian saja lebih dari setahun, bahkan sempat ketlisut dan kirim ulang, mungkin juga sudah menjadi takdir bila PAK pun mengandung kekeliruan yang akhirnya harus diralat terlebih dahulu lagi sebelum diterima, mungkin juga akan menjadi sebuah takdir misal memang perbaikan PAK tersebut melewati batas pendaftaran Ukom bulan februari nanti, mungkin emang akan menjadi takdir kalau KP akan jauh lebih lama dari bayangan awal dengan berbagai hambatan tersebut.
Tuesday, May 26, 2020
Tatacara penggunaan Aplikasi Sakti Kemenkeu Modul Penganggaran
Sunday, January 26, 2020
Analisis beban kerja Penyusun Laporan Keuangan
Thursday, January 23, 2020
Uji Kompetensi
Tuesday, October 29, 2019
Sebuah pertanyaan selisih tunkin-tuprof
Sedang terdesak mengerjakan perhitungan kekurangan tunkin/ selisih tunkin untuk penerima tuprof, dimana adanya perbedaan pengenaan pajak bagi keduanya, bilamana tuprof dikenakan pajak final, untuk tunkin pengenaan pajaknya menggunakan pendekatan PTKP dengan pajak DTP. Untuk itu ada hal-hal yang masih dipertanyakan tentang pengamrahan selisih tunkin atas tuprof tersebut. Yakni apakah selisih dihitung berdasarkan pencairan tuprof bruto apakah berdasar tuprof netto? Bukan hanya itu, untuk masalah potongan disiplin pada tunkin misal, apakah dikenakan atas selisihnya saja ataukah atas sebesar tarif tunkin?.
Sekedar opini kami pribadi saja, kami akan mengemukakan 2 pendapat atas hal ini. Dengan asumsi kewajiban yg sama telah dipenuhi penerima tunkin saja maupun atas penerima selisih tunkin dan tuprof, maka lebih adil bila selisih tunkin dihitung atas pencairan tuprof netto, karena pajak tuprof mengurangi penerimaan tuprof, berbeda dengan tunkin. Sementara untuk potongan kedisiplinan, lebih adil pula bila didasarkan pada besaran tunkin, bukan pada besaran selisih tuprof pada tunkin.
Cukup sekian pendapat kami, karena cukup meringis juga dengan pendekatan yang beda setelah kami hitung untuk pencairan selisih tunkin dan tuprof bagi 24 penerima saja (dengan 9 grade 11, 12 grade 9, dan 3 grade 8) antara pendekatan tuprof bruto dan neto bisa selisih sampe 100juta. Nah loh, mohon sudah ada petunjuk sebelum penganggarannya.
Friday, September 27, 2019
Satu Aplikasi 3 data beda
sementara gambar kedua adalah menu sisa dana Dipa satker pada omspan dengan angka realisasi yg ditampilkan sama dengan hitungan manual kami yakni 1.529 juta,
Friday, June 14, 2019
Uraian Kerja Jabatan Analis Pengelola Keuangan APBN
Pejabat Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan APBN yang selanjutnya disebut dengan Analis Pengelolaan Keuangan APBN adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan analisis pengelolaan keuangan APBN pada satuan kerja kementerian negara/lembaga sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan. Berikut ini uraian kerja jabatannya.
Thursday, June 13, 2019
Uraian kerja Jabatan Pranata Keuangan APBN
Tuesday, April 16, 2019
Bukti dikuncinya IKPA tiap triwulan
Hal itu ternyata terbukti atas pengalaman kami melakukan revisi halaman III pada akhir Maret 2019 lalu, dimana tergambar dari gambar-gambar berikut ini.
Sunday, March 17, 2019
Mempertahankan Integritas
Wednesday, January 23, 2019
Mencoba sistem antrian PTSP
Ketika masyarakat yang menggunakan layanan Kemenag Kota Batu memasuki ruang PTSP, di dekat pintu masuk dapat ditemukan dengan mudah tempat pengambilan antrian. Sebetulnya disini digunakan layar sentuh untuk pengambilan antrian dan akan tercetak otomatis pada printer thermal yang terpasang didekatnya, namun ketika pemasangan monitor kemarin ada sedikit kejadian yang mengharuskan monitor layar sentuh tersebut harus diservis terlebih dahulu (pada ujicoba sebelumnya sebelum dipasang ditempat tersebut sudah berfungsi sebagaimana mestinya), sehingga untuk sementara menggunakan layar biasa dengan bantuan mouse untuk pengambilan nomer antrian.
Tuesday, January 1, 2019
Semi-Akuntan
Menjalankan tugas baru sebagai prakom dimana sebelumnya (dan sesuai lamaran awal) bertugas di bidang akuntansi maka kini serasa menjadi semi-akuntan. Karena diluar kedinasan memang masih ada beberapa kegiatan di lingkungan yg masih memanfaatkan ilmu akuntansi tersebut. Namun sebagai prakom tidaklah berangkat dengan tangan kosong tentunya. Meskipun dengan bekal yg belum sebanyak tugas akuntan, hal tersebut semoga mendorong juga untuk mencari bekal pelaksanaan tugas prakom, namun begitu memang tidak bisa meninggalkan kegiatan akuntansi yg ada. Maka jadilah judul tulisan ini semi-akuntan.
Friday, November 9, 2018
Perbedaan laporan output pada SMART dengan SAS
Thursday, September 13, 2018
Bencana keandalan data
Hanya sebagai catatan saja, kalau-kalau nanti ditemukan sebuah kesalahan, bahwa tugasku bukanlah pengontrol dimana memang tidak ada data kontrol padaku, hanya ada kontrol umum saja. Sebagai pembuat daftar belanja pegawai, memang hanya punya kontrol umum, kontrol khusus semacam absen bukanlah tugas kami ppabp, namun kontrol khusus itu sudah kami anggap ditata rapi di sebelah sana. Kontrol ku yg ada ya semacam misal pegawai haji masak gak tau, lha kalau haji berarti mestinya kan gak ada absen, bagaimana bisa dapat uang makan atau bahkan ada data psw? Juga pegawai pindah, belum lagi DPK pada sekolah dengan 5 hari kerja?😊




