cookieOptions = {link}; Hafid Junaidi | Relatif - Nisbi - Fana

Tuesday, April 12, 2022

Belajar Data Analyst

0 coment

Alhamdulillah, tahun 2022 ini bisa mengikuti lagi pelatihan online yang diselenggarakan oleh kominfo pada program digitalent. Sebenarnya sejak 2019 kami berusaha mengikuti program ini, namun karena salah ambil jurusan maka 2019 belum bisa mengikuti dengan baik kesempatan pelatihan tersebut. Namun semenjak dilantik menjadi prakom, diklat fisik (ofline) terakhir yang kami ikuti sebelum pandemi adalah diklat di BPPTIK Cikarang. Dan sepulang dari sana pada Februari 2020, terjadilah pandemi, dan setelah itu mulai diterapkan WFH dalam bekerja. Kesempatan WFH itulah kami mulai bisa mengikuti lagi digitalent.

Tuesday, April 5, 2022

Cara membuat segi lima dengan lebar tertentu berapa tingginya?

0 coment

Berawal karena pembuatan stiker kaca di kantor yang ternyata tidak sama antara yang baru dengan yang lama dikarenakan bentuk segi lima dari lambang instansi, ternyata dengan lebar yang sama namun tingginya berbeda, akhirnya kami kepo untuk menghitung berapa sih tinggi dari sebuah segi lima yang memiliki lebar tertentu?


Seperti gambar di atas, ide kami adalah bagaimana menghitung tinggi garis merah ketika kita menentukan lebar garis biru untuk membentuk segilima beraturan (tentu saja artinya panjang kelima sisi sama dan derajat kelima sudut juga sama)

Monday, January 31, 2022

Sapaan kak

0 coment

Pernah gak kalian berurusan dengan customer servis suatu korporasi? Apakah kalian merasakan ada suatu kebiasaan yg sepertinya itu secara sengaja atau tidak memiliki kesamaan dalam memberikan sapaan kepada customer. Yup, sapaan kak. Kenapa begitu ya?

Menurut kami pribadi, sapaan kak tersebut merupakan sapaan paling aman dan netral. Bagaimana bisa begitu? Aman karena memposisikan customer setingkat lebih tinggi daripada customer servicenya. Sehingga bisa memberikan rasa lebih dihormati bagi customer ketika melakukan dialog dengan CS yang kadang dialog tersebut bisa jadi kebanyakan berupa komplain layanan misalnya. Maka dengan sapaan kak, maka akan sedikit mengamankan dialog tersebut karena customer sudah sedikit merasa ditinggikan.

Netral mungkin dalam hal gender. Sapaan kak memiliki tujuan yang bisa ke laki-laki maupun perempuan, dimana mungkin bila interaksi misal tidak secara langsung sehingga gender tidak teridentifikasi, maka sapaan kak akan terasa netral dalam interaksi customer servis tersebut.

Nah, apakah menurut kalian juga begitu? Tulis saja komentar di bawah postingan ini ya kak 😊