Friday, June 23, 2017

Zakat harus dihitung dan dibayar

0 coment

Ketika pulang, di seberang jalan ketemu banner besar seperti ini. Bila memang info itu valid dan sahih, maka bisa kita hitung bahwa zakat profesi untuk saat ini (seperti asumsi pada gambar tersebut) minimal setahun sekitar Rp 1.080.000 (2,5 % * 12 * 3,6 juta) tentu saja bisa berubah di tiap tahunnya sesuai harga emas yang mungkin di-qiyas-kan untuk zakat profesi. Memang zakat mesti di hitung dari nisabnya, dan tentu saja wajib dibayar/ dikeluarkan untuk mensucikan harta/ pendapatan yang halal tentunya. Seperti yang disampaikan pada pengajian kemarin bahwa yang disucikan adalah harta/pendapat yg halal, bukan yg haram.

Jadi bila bayar zakat tanpa dihitung apalagi lebih kecil dari yang semestinya berarti kewajiban zakat belum terlaksana, artinya masih belum melaksanakan zakat, yang sama aja dengan tidak sholat. Waspadalah

Monday, June 12, 2017

Diseminasi aplikasi

0 coment
Hari ini untuk sekian kalinya di tempat kerja dilakukan diseminasi aplikasi pada tim pengelola anggaran. Hal tersebut tak ayal perlu dilakukan mengingat regulasi dan transformasi birokrasi yang efektif sehingga perlu adanya diseminasi aplikasi tersebut. Untuk hari ini telah dilakukan diseminasi penggunaan aplikasi sas pada user PPK (staf PPK) dalam mengisi capaian output. Kalau masalah realisasi anggaran, mungkin kita bisa dengan midahengukur berdasarkan aliran kas (realisasi sp2d), namun untuk capaian output hanya pelaksananya sajalah yang mampu mengukur sejauh mana progres pelaksanaan kegiatan, bisa jadi secara aliran kas/ realisasi anggaran belum terakui atau terealisasi namun pekerjaan benar2 sudah dalam progres. Jadi adalah lumrah bila pengerjaan capaian output tersebut adalah pelaksana anggaran, tinggal belajar sedikit saja aplikasi, dan pengerjaan secara rutin, semoga pelaporan kinerja tersebut akan lebih baik.

Wednesday, June 7, 2017

Literasi budaya baca tulis

0 coment
Seperti pada gambar terlampir begitulah kurang lebih definisi literasi menurut om google. Dan itu yg sepertinya kurang membudaya baggi pengguna medsos di negri kita, kebanyakan hanya reshare tanpa Tabayyun (bahasa MUI-nya). Kurang literasi, itu kebanyakan yang terjadi, sehingga banyak konflik yang bermunculan dan menjadi besar karena medsos. Harusnya medsos menjadi media pemecah solusi paling tidak seperti itu niatan baik pembuatnya, bukan malah menjadi pembesar masalah sampai meledak, sebuah efek yg memang bisa terjadi namun masih bisa dicegah dan dihindari dengan peningkatan kemampuan literasi.