Sunday, January 1, 2017

Tahun baru

Apa sih yg terjadi setiap tahun baru Masehi terjadi? Yg terjadi adalah bahwa posisi bumi terhadap matahari ada pada posisi yang sama di tanggal yang sama (tanggal Masehi, bukan tanggal hijriah), bila kita berpuasa dengan hitungan kalender hijriah, berhaji pun dengan tanggal hijriah, maka kita sholat dengan hitungan kalender Masehi, coba bandingkan jadwal sholat di tiap tahun Masehinya, selalu sama kan? Maka gak perlu lah sentimen dengan tahun baru Masehi, bagaimanapun ini adalah tanda-tanda kebesaran-Nya, namun memang gak perlu dikultuskan seperti kaum jahiliah kalau boleh dibilang seperti itu.

Bila ragu coba lihat pada sihat.kemenag.go.id/waktu-sholat dan bandingkan jadwalnya di tiap tahun yg berbeda

9 coment:

  1. Memang utk penentuan waktu sholat itu berdasar peredaran matahari.
    Jadi bukan masalah kalender Masehi atau Hijriyah.
    Dulu...sebelum/Tanpa mengenal adanya kalender Masehipun...umat islam tetep bisa sholat. Jadi hitungan pelaksanaan sholat itu tidak berdasar/berpatokan pada kalender Masehi.
    Demikian..Ada kurang atau keliru mohon dikoreksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang benar, namun bukankah waktu sholat dilaksanakan berdasarkan posisi matahari? Dan hitungan posisi matahari tersebut kini kita kenal dengan kalender Masehi? Buktinya jadwal imsakiyah waktu sholat tanggal Masehi selalu sama di tiap tahunnya kan?

      Delete
  2. Secara awam qta mengenal jadwal sholat abadi, coba bandingkan kalender masehi tahun yang beda, jadwal sholat tiap tanggalnya selalu sama lho (tentu saja untuk tempat yg sama)

    ReplyDelete
  3. Hipotesanya adalah posisi matahari tiap tahun Masehi selalu hampir sama, dan posisi bulan tiap bulan hijriahnya juga hampir sama

    ReplyDelete
  4. Jadwal sholat abadi masih kontroversi. Lebih baik utk selalu dilakukan pengitungan di tiap tahun.
    Sejurus dengan fenomena alam yg beberapa tahun terakhir mengalami perubahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kontroversinya dengan yg meyakini hisab saja tanpa rukyat, berarti perlu rukyat matahari juga ;)

      Delete
    2. Dihitung tiap tahun ya dengan ilmu hisab juga kan? ;) Mau pakai ilmu apa lagi?

      Delete
  5. Boleh boleh...itu bisa menjadi fenomena baru...hehehe..menyaingi antusiasme melihat gerhana matahari.
    Karena cahaya matahari tak se-aman pantulan cahaya bulan...maka sebaiknya disiapkan kacamata anti ultraviolet...����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg jelas perlu kacamata anti kontroversi, he6. Namun rukyat matahari pastinya beda dengan rukyat bulan, kalau rukyat bulan kan melihat penampakan bagian bulan yang terkena sinar matahari, maka rukyat matahari adalah memastikan posisi matahari di langit apakah pada posisi yang sama, biasanya dibandingkan dengan bintang, jadi sepertinya rukyat matahari malah bukan melihat matahari itu sendiri, namun melihat posisi bintang yang selalu sama di tiap tahunnya.

      Delete