Tuesday, September 20, 2011

Perlu Penyatuan Kriteria Penentukan Awal Bulan Qomariah

Jakarta (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali berharap ada penyatuan kriteria dalam penentukan awal bulan Qomariyah, termasuk awal bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Dengan demikian peristiwa lebaran ganda yang meresahkan masyarakat tidak terulang kembali.


"Ada keinginan untuk menyatukan kriteria, karena selama ini kriteria menjadi momok," kata Menag saat membuka lokakarya "Mencari kriteria format awal bulan di Indonesia," di Jakarta, Senin (19/9). Lokakarya diikuti para pakar astronomi, ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam.

Menag berharap lokakarya tersebut membuahkan out put , ada kesepakatan para ahli astronomi dan ahli fikih sehingga kriteria yang disepakati dapat dipertanggung-jawabkan. "Lokakarya ini juga sebagai jembatan untuk kita adakan musyawarah alim ulama dalam bidang ini," imbuh Suryadharma.

Terkait penentuan hari raya Idul Fitri yang baru lalu, Menag mengungkapkan, dirinya menerima informasi tentang SMS (short message system) . "Beredar isinya antara lain disebutkan bahwa Menteri Agama minta maaf karena sesungguhnya hari raya jatuh Selasa 30 Agustus."

Selain itu lanjut Suryadharma, disebutkan kalau Menag instruksikan untuk berbuka puasa, Selasa 30 Agustus. Ada juga beredar, Menag telah sholat id di Masjid Al Azhar bersama Wakil Presiden.

"Ada upaya mengadu domba NU dengan Muhammadiyah, kita jadi saksi tidak ada pandangan yang merendahkan NU maupun Muhammadiyah."

Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar mengatakan, perbedaan penetapan berdampak pada perbedaan hari dalam perayaan hari raya sehingga kehidmatan dan kekhusuan shalat dan ritual lainnya kurang bermakna.

Karena itu, perlu adanya kriteria yang disepakati bersama seluruh ahli hisab dan rukyat serta ormas-ormas islam dalam menentukan awal bulan qomariah di Indonesia. (ks)

sumber kemenag.go.id

No comments:

Post a Comment