Saturday, May 14, 2011

Jelang MQN Lombok, Wagub Berikan Pembinaan Dewan Juri

Probolinggo, 11/5 (Kominfo) Jelang pelaksanaan Musabaqoh Qiroatil Kutub Nasional (MQKN) di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) Juli mendatang, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf memberikan pembinaan kepada para dewan juri di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Paiton, Kabupaten Probolinggo Rabu (11/5).



Kepala Subbag Hukmas & KUB Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Fatchul Arief, M.Pd dikonfirmasi, Rabu (11/5) mengatakan, pembinaan ini dilakukan untuk memberikan bekal kepada dewan juri MQK III Probolinggo yang saat ini tengah berlangsung sejak Senin (9/5) lalu. Harapannya, dengan adanya pembinaan ini, dewan juri agar dalam memberikan penilaian bisa berlaku adil tanpa membedakan asal pesantren peserta. "Meskipun dari pondok ternama, tetapi kalau tidak kompeten, dewan juri berhak untuk tidak meloloskan," katanya.

Dia mengatakan, dengan penilaian adil ini, peserta yang keluar sebagai juara nanti, benar-benar mampu mewakili Jatim dalam perlombaan tingkat nasional. "Penjurian ketat ini, untuk mendapatkan juara yang benar-benar mumpuni, karena tahun ini, Jatim bertekat untuk merebut juara nasional di Lombok," ungkapnya.


Target itu, kata Arif, merupakan motivasi dari wagub, karena Jatim sebagai pusatnya pesantren harus malu jika dalam perlombaan nasional tidak bisa merebut gelar juara. "Di Jatim saat ini lembaga pendidikan agama setingkat Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS) tercatat sebanyak 158 buah sedangkan lembaga ponpes ada 6.500 lembaga. Karena itu, Jatim harus mampu merebut gelar juara," harapnya.

Lomba membaca Kitab Kuning atau Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) ke-3 yang digelar di Ponpes Nurul Qodim, tahun ini diikuti sebanyak 1.180 peserta yang berasal dari masing-masing kabupaten/ kota se-Jatim.


Lomba membaca kitab kuning ini bagian untuk melestarikan tradisi pesantren yang mulai goyah dimakan zaman modern seperti saat ini. Acara ini rencananya digelar selama 4 hari, yakni dimulai tanggal 9 hingga 13 Mei mendatang. "Dalam lomba ini, masing-masing pesantren yang ada di Jatim mengirimkan beberapa kontingen. Ada 22 bidang atau majelis yang diperlombakan seperti ilmu Fiqh, nahwu, tajwid, tafsir kitab Tafsirus serta Hadist Subulus Salam," ujar Arif. (fad)

(Dikutip dari website kominfo.jatimprov.go.id)

No comments:

Post a Comment