Wednesday, March 17, 2010

SMPK Widyatama Kota Batu



Tua bukan berarti usang dan tak berprestasi. Banyaknya pesaing dari sekolah negeri dan pesantren, SMPK Widyatama, SMP pertama di Kota Batu mampu bertahan dengan kualitas prima. Bahkan tetap menjadi rujukan bagi cucu bahkan cicit alumninya.

yang terletak di Jl Panglima Sudirman 59 merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan pendidikan di Kota Batu. Sekolah Katolik itu berdiri pada 1949 dengan nama SMPK St Yoseph, saat belum ada sekolah menengah pertama. Tak mengherankan, sekolah ini menampung seluruh warga tanpa membedakan ras dan agama yang dianut siswanya.

“Awal kemerdekaan sekolah setingkat SMP memang masih langka dan terkesan mewah. Tetapi kami justru menerima semua anak-anak Batu dari berbagai kalangan ekonomi untuk menuntut ilmu di sini. Karena misi awal kami adalah membantu warga miskin yang butuh pendidikan,” beber BF Budi Prasetio, Kepala SMPK Widyatama Kota Batu, Jumat (30/10).

Keberadaan SMPK pertama kalinya di Kota Batu seolah menjadi doa yang terkabulkan, mengingat warga Batu yang ingin maju dulunya harus rela hengkang dari tanah kelahiran mereka untuk menuntut ilmu ke Malang, Surabaya bahkan ke Jakarta untuk mencari pendidikan lebih tinggi. Alhasil, SMPK hingga tahun 70-an masih menjadi sekolah jujukan utama bagi masyarakat Batu. “Kami tak pernah membedakan siswa berdasarkan agama dan hingga kini 60 persen siswa tetap non-Katolik,” ungkap Budi.

Tak hanya menjadi saksi sejarah perkembangan Kota Batu, beberapa bagian bangunan dari SMPK Widyatama saat ini pun tetap dibiarkan seperti bentuk aslinya dan menjadi salah satu bangunan di Kota Batu yang harus dilestarikan. Meskipun, model bangunannya tak bergaya Belanda murni seperti kebanyakan bangunan tua di Batu tetapi tetap menarik untuk diamati lebih dekat. “Seolah masuk kembali ke masa lalu jika saat ini masih melihat bangunan kantor di sekolah kami,” ungkap Sri Mulyono, guru senior di SMPK Widyatama.

Tahun ini genap 60 tahun usia SMPK dan terus bersaing dengan SMP negeri atau swasta dengan mutu masing-masing. Memang persaingan itu membuat peminat SMPK Widyatama menurun.

Namun kualitasnya tetap terjaga, terbukti dengan selalu bertengger di tiga besar peraih nilai tertinggi di Kota Batu. ”Input siswa terbaik ternyata berasal dari orangtua, kakek dan nenek alumni sekolah ini. Sebagian besar dari mereka tetap menyekolahkan anak cucunya di sini. Seakan sekolah ini akan menjadi penerus sejarah para alumni yang lalu,” sela Budi Prasetio.

Usia 60 tahun ini akan dirayakan sekolah yang dinaungi ordo Karmel ini dengan menggelar reuni akbar pada akhir November 2009. Saat itu akan berkumpul para alumni yang pernah mengalami berbagai pergantian nama sekolah mulai SMPK St Yoseph, SMPK Bersubsid (1970-an) hingga SMPK Widyatama (sejak 1984 sampai sekarang). Letjen (purn) Soejono (mantan Kasum ABRI), Dr GP Sindhunata (rohaniwan), H Sundjojo SH MM (Plt Sekkota/Sekwan Kota Batu) adalah beberapa alumus sekolah itu.

sumber, koran surya

No comments:

Post a Comment