Sunday, November 8, 2009

Siapakah Evan Brimob?

Siapakah Evan Brimob? Pertanyaan itu sekarang sedang banyak menggelitik komunitas dunia maya. Di sini saya tidak akan mengenalkan siapa sosok yg sedang dicari banyak orang tersebut (berdasarkan pantauan google) tapi mencoba mengutip beberapa berita tentang evan brimob dari detik.net

Pada 7 hari terakhir ini evan brimob menjadi penelusuran paling melejit pada google. Seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.




Terlihatsekali penelusuran evan brimob yg cukup melejit, dan pada penulisan posting ini pun berita tentang evan brimob ada di detik.net seperti dikutip di bawah ini:

Evan Brimob Jadi Bulan-bulanan Dedemit Maya
Ardhi Suryadhi - detikinet
- Kekesalan dedemit maya terhadap Evan Brimob -- pengguna Facebook kontroversial -- ternyata belum padam meski ia telah minta maaf. Aksi balas dendam pun dikobarkan dengan cara khas peretas.

Yakni dengan membuat Evan jadi bulan-bulanan di sebuah situs yg mereka bobol. Kebetulan, situs yg menjadi 'tumbal' adalah milik Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Dalam situs yg beralamat di www.rspp.co.id tersebut, foto Evan yg belakangan ternyata benar seorang anggota brimob, dipampang besar-besar dan dibuat layaknya sebuah target operasi.

Foto lain menampilkan gambar Evan yg sudah dipermak dengan diberi lipstik dan alis berwarna pink serta diberi nama 'banci kaleng'. Kedua foto sepertinya diambil dari account Facebook korban.

"SALUT BUAT BRO EVAN SUDAH BERANI DENGAN MASYARAKAT INDONESIA YG MEMBAYAR GAJI ANDA.....SEBAGAI PENGHARGAAN AKAN KAMI KIRIM KARANGAN BUNGA DUKA CITA BERIKUT PETI JENAZAHNYA.............BONUS KUBURAN BESERTA TANAHNYA,,,," ketus sang pelaku dalam halaman situs RSPP tersebut.

Gambar terakhir yg ditampilkan cracker adalah kepalan tangan disertai tulisan yg mengatakan masih belum memaafkan Evan meski ia telah minta maaf. "KAGAK ADA KATA MAAP BUAT LO...," pungkasnya.

Evan Brimob sebelumnya mungkin pengguna Facebook yg biasa-biasa saja. Sampai suatu ketika, dirinya memancing sensasi terkait kasus KPK versus Polisi dengan membuat status Facebook yg menantang, "Polri gak butuh masyarakat tapi masyarakat yg butuh polri... maju terus kepolisian indonesia telan hidup2 cicak kecil," tulisnya di Facebook.
( ash / faw )
Gara-Gara 'Evan Brimob', Situs Polri Jadi Korban Dedemit Maya
Shohib Masykur - detikinet
dedemit maya mengerjai sosok 'Evan Brimob' juga sampai ke situs resmi lembaga tempat Evan bergabung. Ya, situs Polri.go.id ikut jadi korban serbuan itu.

Di situs itu terpasang foto Evan disertai tulisan yg cukup kasar. Misalnya, Evan disamakan dengan 'sampah masyarakat' dan juga disebut sebagai 'waria'.

Dari pantauan detikcom, Sabtu (7/11/2009) pukul 05.30 WIB, foto beserta tulisan itu muncul di situs resmi Polri, di bagian regular news. Waktu posting yg tercatat adalah tanggal 6 Oktober 2009 pukul 21.01 WIB oleh Wawan Hermansyah.

Di bawah foto Evan yg persis seperti foto di Facebook itu terdapat link berita berjudul 'Klarifikasi Kapolri terhadap penanganan dua Pimpinan KPK non-aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.' Sementara di sebelah kanan foto terpampang foto-foto para buronan polisi yg muncul secara bergantian.

Sosok 'Evan Brimob' jadi sasaran aksi dedemit maya karena status yg dituliskannya di situs jejaring sosial Facebook. Ia menulis: "Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.."

Belakangan Evan sudah meminta maaf dan bahkan sudah diperiksa dengan kemungkinan dijatuhi sanksi internal. 'Evan Brimob' merupakan anggota Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).

( wsh / wsh )
'Evan Brimob' Jadi Sasaran Serangan 2 in 1
Wicak Hidayat - detikinet
masyarakat memuncak akibat kisruh Polri - KPK. Sosok 'Evan Brimob' pun jadi tumbal aksi dedemit maya. Salah satu bentuk serangan dedemit maya itu ternyata 2 in 1, artinya dengan satu serangan dua situs sekaligus yg jadi korban.

Hal itu dikemukakan pembaca detikINET, Muhammad Ibrahim, lewat email yg diterima, Sabtu (7/11/2009). Menurut Ibrahim, serangan terjadi pada situs Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan situs Perkumpulan Rumah Sakit Indonesia (Persi).

Mantan admin situs Teknik Sipil Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ini mengatakan terkejut dengan gelombang protes terhadap sosok 'Evan Brimob' yg sampai ke aksi deface.

Serangan 2 in 1, ujarnya, bisa terjadi karena kedua situs itu punya hubungan erat. Ibrahim menyebut nama salah satu penyelenggara jasa internet sebagai tempat hosting dua situs itu.

Bahkan, lanjut Ibrahim, kedua situs itu memiliki alamat Internet Protocol yg sama. Sehingga kemungkinannya memang satu serangan itu langsung bisa mengenai dua situs sekaligus.

Ibrahim berharap aksi deface itu tidak terus-menerus berlarut-larut. Ia pun mengimbau admin situs bisa lebih baik dalam menjaga keamanan situs yg dikelolanya.

"Kiranya admin segera mem-patch webserver Apache versi 2.2.8 yg running di atas Linux Ubuntu tersebut," tandasnya.

Evan Brimob adalah sosok yg membuat pernyataan konyol di situs jejaring sosial Facebook. Pernyataannya, yg berbunyi 'Polri gak butuh masyarakat tapi masyarakat yg butuh polri... maju terus kepolisian indonesia telan hidup2 cicak kecil', itu mengundang protes dari komunitas dunia maya.


( wsh / wsh )

No comments:

Post a Comment