Tuesday, October 2, 2007

Jardiknas VS Speedy

Pada akhir Agustus sekolah kami mendapat undangan ke Diknas Batu. Ternyata disitu kami mendapat pengarahan "sedikit" tentang Jardiknas. Ternyata acara hari itu ada hubungannya dengan kegiatanku kuliah D3TKJ di MJC Buring (kampus perjuangan).

Pada waktu itu saya baru mengetahui bahwa sekolah saya termasuk dari 30 sekolah di Batu yg mendapat bantuan bloggrant, termasuk pemasangan Speedy. Wah karena informasi yg baru saya ketahui itu, rasanya cukup menyesal juga, karena sebelumnya ada undangan pelatihan quantum teaching dari dinas bagi guru, dimana sekolah kami tidak mengirimkan guru karena pada surat undangan tersebut disyaratkan peserta membawa bukti bahwa institusi peserta telah terpasang Speedy (kurang lebih spt itu). Kalo sebelumnya kami mengetahui bahwa akan mendapat sambungan speedy, institusi kami pasti akan mengirimkan guru untuk pelatihan tersebut. Kami sangat menyesal akan itu.

Baiklah, yg terjadi biarlah terjadi, gimana lagi. Yang jelas kini Speedy telah tersambung di sekolah kami, hanya saja banyak hal yg cukup membuat kami wah!

  1. Bantuan Speedy tersebut berkapasitas 3000 MB, bagi sekolah kami yg kecil ini, itu sangat banyak sekali, emang sih mungkin nanti kalo masa 3 bulan yg ditanggung oleh bantuan ini telah habis kita bisa mengajukan yg 1000 MB aja atau kalo gak salah ada juga yg setengahnya (biaya kurang lebih Rp 100 ribu per bulan)
  2. Pemasangan Speedy sebesar itu dipasang tidak di awal bulan, melainkan di tengah bulan September, tentu saja kami merasa sangat mubadzir sekali, dalam waktu kurang dari 2 Minggu dapat jatah 3000 MB, untuk bulan kedua juga ada waktu yg sangat mubadzir juga, dimana pada bulan Oktober itu kan ada libur hari raya? jadi selama dua bulan bisa dikatakan bantuan itu cukup mubadzir bagi kami sekolah yang kecil ini.
  3. Pada waktu undangan di Diknas itu, dijelaskan bahwa akan ada 2 macam login. Yang pertama login dari pihak telkom (Speedy itu) dan yang kedua login dari Diknas (Kalo gak salah untuk Jardiknas) dimana keduanya "katanya" memiliki perbedaan, kalo login pake login telkom maka itu nanti akan dihitung billing pemakaian internetnya, tapi kalau login pakai Diknas tidak dihitung dan juga dapat mengakses Jardiknas. Masalahnya sampai sekarang kita tidak mendapatkan login dari Diknas. Ya mungkin kami cukup memaklumi akan hal itu, tapi paling tidak seharusnya ada kejelasan kapan login itu akan diberikan.
Jadi kurang lebih seperti itu. Agar internet masuk sekolah sukses, kita musti berjuang dengan sungguh2 untuk menjalankannya. Biar bantuan tidak mubadzir seperti ini. Moga aja bermanfaat bagi pendidikan di Indonesia. Salam JARDIKNAS.

No comments:

Post a Comment